zmedia

Kapolres Semarang Tanggapi Aksi Mogok Sopir Truk, Ajak Dialog dan Pastikan Kelancaran Lalu Lintas

golekinfo  | Ungaran — Aksi mogok yang dilakukan sejumlah sopir truk sebagai bentuk protes terhadap aturan Over Dimension Over Load (ODOL) di perbatasan Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali mendapatkan respons cepat dari Kepolisian Resort Semarang. Kapolres AKBP Ratna Quratul Ainy SIK, MSi., bersama Wakapolres, Kasat Lantas, dan Kasat Sabhara turun langsung ke lokasi untuk menggelar dialog dengan para sopir yang melakukan aksi blokade jalur nasional.

Kegiatan yang berlangsung di wilayah Sruwen, Kecamatan Tengaran (19/06), ini diikuti sekitar 15 sopir dari berbagai jenis truk barang. Para sopir sempat memblokir jalur nasional penghubung menuju Kota Solo, sebagai bentuk aspirasi terhadap kebijakan ODOL yang dinilai memberatkan mereka.


Dalam keterangannya, Kapolres AKBP Ratna menyatakan hak para sopir untuk menyampaikan aspirasinya, namun menegaskan pentingnya menjaga kelancaran lalu lintas dan tidak mengganggu masyarakat. “Silakan menyampaikan aspirasi, tetapi jangan sampai mengganggu aktivitas masyarakat maupun arus lalu lintas,” ujarnya.

Kapolres juga menegaskan pentingnya membuka ruang dialog agar permasalahan dapat diselesaikan secara musyawarah. Ia menambahkan, aturan ODOL telah melalui proses sosialisasi yang panjang dan pertimbangan matang dari pihak terkait. “Kami memahami bahwa setiap kebijakan pasti menimbulkan resistensi, namun kami berupaya memberikan respon yang terbaik dengan mengedepankan dialog,” katanya.


Dari hasil pemantauan di lapangan, aksi mogok ini dilakukan oleh komunitas atau paguyuban dari luar wilayah Kabupaten Semarang. Situasi di lapangan sempat menyebabkan kemacetan panjang, dengan antrean kendaraan mencapai sekitar 3 kilometer dari kedua arah. Kapolres bersama jajaran melakukan pengaturan dan penarikan arus secara bertahap agar kondisi kembali kondusif.

Pukul 19.45 WIB, aksi mogok berhasil terurai. Kapolres mengimbau para sopir untuk kembali menjalankan aktivitasnya sambil tetap menjalin komunikasi yang baik, serta menunggu hasil keputusan resmi dari pihak berwenang terkait kebijakan ODOL yang sedang dikaji ulang.


Kapolres AKBP Ratna menegaskan, pihaknya akan terus melakukan pendekatan persuasif demi menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran lalu lintas di wilayah hukum Polres Semarang. “Kami berkomitmen mendengarkan aspirasi masyarakat dan memastikan bahwa proses penegakan aturan berjalan secara adil dan manusiawi,” tutupnya.(Jk_Zed)

Posting Komentar untuk "Kapolres Semarang Tanggapi Aksi Mogok Sopir Truk, Ajak Dialog dan Pastikan Kelancaran Lalu Lintas"