zmedia

Dukung Swasembada Presiden, Jateng Optimistis Lompat Jadi Produsen Beras Teratas di Jawa

 


Golekinfo.com | Semarang – Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyatakan kesiapan penuh mendukung program swasembada pangan nasional yang dicanangkan Presiden Prabowo Subiyanto. Dengan capaian surplus beras pada 2025, Jawa Tengah optimistis mampu “melompat” dan melampaui provinsi lain di Pulau Jawa dalam penyediaan beras pada 2026.

Optimisme tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi Jawa Tengah, Defransisco Dasilva Tavares, usai mengikuti Panen Raya dan Pengumuman Swasembada Pangan bersama Presiden Prabowo Subiyanto secara daring dari Lantai 2 Gedung A Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/1). Kegiatan itu diikuti Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen bersama jajaran Forkopimda dan organisasi perangkat daerah terkait.

“Dengan hasil yang sudah dicapai pada 2025, Jawa Tengah siap melompat. Kalau posisinya terus seperti sekarang, sangat mungkin melampaui Jawa Barat dan Jawa Timur, bahkan menjadi nomor satu,” ujar Frans, sapaan akrabnya.

Menurut Frans, Jawa Tengah saat ini telah menjadi salah satu penyangga utama pangan nasional. Pada 2026, produksi pangan diproyeksikan meningkat signifikan hingga 5,5 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Secara kebutuhan, hampir seluruh komoditas strategis telah berada di atas ambang kecukupan.

“Secara kebutuhan pun, komoditas kita sudah lebih tinggi dari yang dibutuhkan,” katanya.

Ia menjelaskan, terdapat sembilan komoditas pangan utama yang menjadi indikator kinerja Dinas Pertanian dan Perkebunan, yakni padi, jagung, cabai, bawang, tebu, kelapa, kopi, kakao, dan kedelai. Dari sembilan komoditas tersebut, hampir seluruhnya mengalami surplus.


Hampir semua sudah di atas 100 persen, artinya surplus. Hanya satu yang belum mencapai 100 persen, yaitu kedelai. Namun produksinya tetap tertinggi secara nasional,” ujarnya.

Untuk komoditas padi, produksi Jawa Tengah pada 2025 mencapai 11,36 juta ton gabah kering panen (GKP) atau setara 9,38 juta ton gabah kering giling (GKG). Dengan tingkat kebutuhan yang ada, Jawa Tengah mencatat surplus sekitar 150 ribu ton beras setiap bulan.

Capaian tersebut, kata Frans, menjadi modal kuat Jawa Tengah dalam mendukung swasembada pangan nasional. Ia menyebut kontribusi Jawa Tengah terhadap produksi pangan nasional mencapai 15 persen, bahkan berpotensi meningkat hingga 16 persen.

“Apa yang disampaikan Presiden tadi capaiannya jelas. Kontribusi kita sampai 15 persen, bahkan bisa lebih,” tegasnya.

Terkait komoditas kedelai, Pemprov Jateng menyiapkan strategi khusus melalui penguatan pembenihan dan pemanfaatan lahan alternatif, seperti lahan tadah hujan dan tegalan. Frans mengakui, pengembangan kedelai membutuhkan penanganan khusus karena sensitif terhadap kondisi air.

“Tidak boleh terlalu banyak air, tapi juga tidak boleh kekurangan. Petani yang belum berpengalaman harus didampingi,” jelasnya.

Selain dari sisi produksi, kesejahteraan petani di Jawa Tengah juga menunjukkan tren positif. Nilai Tukar Petani (NTP) tercatat berada di kisaran 124 persen, bahkan sempat mencapai 128 persen.

“Indikator ini menunjukkan petani kita jauh lebih sejahtera dibanding sebelumnya,” katanya.

Menatap 2026, Frans menegaskan Jawa Tengah memasang target produksi padi lebih tinggi dibanding tahun lalu. Dari capaian GKP sekitar 11,3 juta ton pada 2025, target 2026 dipatok menembus 12 juta ton.

“Kalau target 12 juta ton tercapai, dan provinsi lain tidak naik signifikan, maka Jawa Tengah bisa melampaui Jawa Barat dan Jawa Timur. Kita pasang target melompat,” ujarnya.

Meski menyadari daerah lain juga berpotensi melakukan strategi peningkatan, Frans menegaskan Jawa Tengah telah menyiapkan langkah konkret untuk mempercepat laju produksi dan memperkuat posisinya sebagai lumbung pangan nasional.

Posting Komentar untuk "Dukung Swasembada Presiden, Jateng Optimistis Lompat Jadi Produsen Beras Teratas di Jawa"